Sabtu, 16 September 2017

Newsletter



          Newsletter ? apasih sebernarnaya newsletter itu? Newsletter merupakan salah satu bentuk media yang diterbitkan organisasi atau perusahaan dan biasanya dikelola oleh divisi atau departemen PR. Newsletter biasanya lebih tipis jumlah halamanya dan isi atau rubrikasinya pun jauh lebih sedikit. Menurut Pamela Brooks (2002:61) newsletter pada dasarnya adalah seperangkat informasi yang keberadaanya secara khusus dan menjadikan pembacanya merasa menjadi bagian dari komunitas yang lebih besar. Sedangkan menurut Ronald D Smith (2003:275) newsletter adalah publikasi yang dicetak secara priodik dan didistribusikan oleh organisasi kepada public yang mencari informasi tertentu. Kedua para ahli tentunya mengemukakan pendapat tentang pengertiann newsletter tujuanya sama yaitu  untuk di publikasikan dan di baca. Newsletter mencakup pelaporan dan penulisan. Dalam artikel ini akan berbicara 3 hal tentang keberhasilan newsletter : memenuhi kebutuhan pembaca dan unik, dikelola oleh orang yang berpengatahuan dan terampil, frekuensi penerbitan yang teratur.
       Pertama, memenuhi kebutuhan pembaca dan unik, newsletter dapat menjangkau dan memobilisasi kepentingan public tertentu secara luas, newsletter berfokus pada informas tertentu sehingga lebih berguna bagi pembacanya. Informasi terfokus, tajam, dan mendalam dapat dilakukan newsletter. Proses perencanaan pembuatan newsletter diawali dengan memperhatikan keinginan,kepentingan, kebutuhan dari public utama sasaran pembacanya. Lalu maksud dari unik disini bagaimana? Maksudnya adalah newsletter menyajikan informasi yang diperlukan pembaca yang tidak ada pada media lain.
         Kedua, dikelola oleh orang yang berpengetahuan dan terampil, dimana para pengelola newsletter perlu membekali dirinya dengan pengetahuan khusus.keterampilan khusus di bidang redaksi meliputi keterampilan melakukan peliputan, investigasi, dan wawancara, keterampilan menulis dan mengedit tulisan sesuai prinsip-prinsip bahasa jurnalistik dan merancang visualisasi desain yang tepat. Wujud dari pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola atau membuat newsletter terutama tampak dari tampilanya secara fisik.
         Ketiga, frekuesi penerbitan yang teratur, newsletter merupakan publikasi yang sudah seharusnya diterbitkan secara berkala. Tetapi frekuesi penerbitnya sangat ditentukan oleh ketersediaan anggaran, Begitu pula dengan jumlah halamanya. Keberadaan media ini merupakan sarana komunikasi yang tujuan akhirnya menjalin dan memelihara hubungan yang baik dan saling menguntungkan antara organisasi/perusahaan dengan publiknya dan sebaliknya. Anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai pengelolaan dan produksi newsletter pada dasarnya adalah investasi.
           Akhirnya dapat disimpulkan bahwa Dalam newsletter mencakup pelaporan dan penulisan, dimana tulisan untuk newsletter harian lebih tepat berupa informasi berbentuk tulisan karena kadar aktualitasnya masih terjaga. Sedangkan pelaporan dalam newsletter (Newson, 2008:256) menggunakan pendekan jurnalistik sehingga harus berdasarkan fakta. Untuk mencapai keberhasilan dalam menyebarkan informasi penulis yang mengelola newsletter perlu menghasilkan ide-ide tulisan yang menarik  dan relevan dengan sasaran pembaca yang beragam bentuk penulisanya. Semakin luas atau semakin beragam karakteristik public sasaran pembaca, idealnya semakin luas beragam pula informasi yang disajikan.
Sumber : Sopian. 2016. public relations writing . Jakarta:PT Grasindo

Penyampaian lancar, feedback baik!



Komunikasi merupakan aspek yang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan manusia. Apakah ketika kalian berkomunikasi dengan seseorang kemudian diperhatikan? bagaimana  ketika kalian berkomunikasi tidak mendapatkan umpan balik dari komunikan? Hal ini tentu harus kita perhatikan. Memang dalam keberhasilan berkomunikasi kita harus mengetahui apakah tujuan dari pesan kita tersapaikan atau tidak. Feedback merupakan satu-satunya elemen yang dapat menjudge apakah komunikasi yang telah berlangsung berhasil atau gagal. dalam artikel ini akan berbicara tiga hal pengungkapan dan umpan balik atau feedback di dalam suatu hubungan antara lain : Jendela terbuka atau Open, Jendela rahasia atau secret, Jendela buta atau blind. Sebagaimana orang berinteraksi dalam hubungan mereka akan terlibat pada tingkat tertentu pada pengungkapan terhadap satu sama lain dan akan ada umpan balik juga di dalamnya.
          Pertama, jendela terbuka atau open, menggambarkan informasi diri anda, dimana anda dan mitra dapat saling mengetahui. Hal ini meliputi informasi yang telah anda ungkapkan dan artinya  bahwa mitra telah berbagi informasi dengan anda. Ini mungkin termasuk informasi yang sifatnya umum yang anda berbagi dengan banyak orang, seperti pilihan utama mata kuliah anda tetapi bisa juga meliputi informasi yang anda ungkapkan relative sedikit atau beberapa orang. Demikian pula dapat meliputi pengamatan sederhana yang dilakukan mitra anda seperti alangkah lucunya terlihat saat anda mengerutkan hidung anda, atau umpan balik yang lebih serius yang anda terima dari mitra anda mengenai gaya antarpribadi anda.
Kedua, jendela rahasia atau secret, jendela ini bermuatan hal-hal yang anda tahu mengenai diri anda tetapi mitra anda tidak mengetahui diri anda. Informasi rahasia dibuat menjadi diketahui melalui proses pengungkapan diri. Informasi rahasia dibuat menjadi diketahui melalui proses pengungkapan diri. Contoh anda telah bertunangan untuk kemudian menikah tetapi hari menjelang pernikahan, tunangan anda memutuskan untuk mengundurkan diri. Pasti anda tidak akan berbagi pengalaman yang bersejarah ini dengan kenalan-kenalan anda.
Ketiga, jendela buta atau bliend , ini adalah tempat bagi informasi yang orang lain mengetahui tentang anda, tetapi anda tidak menyadari tentang hal itu. Kebanyakan orang memiliki titik-titik sebagai bagian dari perilaku mereka atau pengaaruh-pengaruh dari perilaku mereka  di mana mereka tidak menyadarinya. Misalnya apabila seseorang memberikan anda wawasan atau pengertian mengenai diri anda dan dia tidak menerima umpan baliknya, atau dengan kata lain anda tidak menyadarinya.
        Akhirnya dapat di simpulkan bahwa Komunikasi yang baik tentunya akan menciptakan hubungan yang harmonis antar sesama. Seringkali kita menjumpai beberapa orang yang ketika berkomunikasi,  pesanya kurang mendapat respon yang baik, maka kita harus lebih lagi dalam memerhatikan cara bicara kita. Hubungan antarpribadi yang sehat ditandai dengan adanya keseimbangan antara pesan yang disampaikan dan umpan balik, sehingga dua individu itu saling berpartisipasi.

Sumber : Muhammad Budyatna dan Leila Mona. 2011. Teori komunikasi antar pribadi. Jakarta: Kencana